Minggu, 01 April 2018

Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran


LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN



A.    Konsep Multimedia
Teknologi multimedia adalah salah satu teknologi baru dalam bidang komputer yang memiliki kebolehan untuk menjadikan media pembelajaran lebih lengkap. Multimedia merangkum media dalam satu perisian sehingga memudahkan guru untuk menyampaikan bahan pembelajaran dan pelajar terasa terlibat dalam proses pembelajaran karena teknologi multimedia memperbolehkan berlakunya interaktiviti.
Multimedia ialah gabungan lebih dari satu media dalam suatu bentuk komunikasi. Menurut Lancien (1998:7), multimedia pada masa kini merujuk pada penggabungan dan pengintegrasian media, seperti teks, animasi, grafik, suara, video kedalam sistem komputer. Akhir-akhir ini konsep multimedia  semakin populer dengan munculnya monitor komputer bersolusi tinggi, teknologi video dan suara serta usaha peningkatan memproses komputer pribadi. Sebagai contoh sekarang sudah terdapat komputer dekstop yang bisa merekam suara dan video, memanipulasi suara serta gambar untuk mendapatkan efek khusus, memadukan dan menghasilkan suara serta video, menghasilkan berbagai jenis grafik termasuk animasi, dan mengintegrasikan semua ini kedalam satu bentuk multimedia.
Multimedia merupakan gabungan data, suara, video, audio, animasi, grafik, teks dan bunyi-bunyian yang mana gabungan elemen-elemen tersebut mampu dipaparkan melalui komputer. Menurut Gayeski, D.M. (1992) “Multimedia ialah satu sistem hubungan komunikasi interaktif melalui komputer yang mampu mencipta , menyimpan , memindahkan, dan mencapai kembali data dan maklumat dalam bentuk teks, grafik, animasi, dan sistem audio.” Jeffcoate (1995) mendifinisikan Sistem Maklumat Multimedia sebagai suatu sistem yang menggunakan pelbagai kaedah berkomunikasi (atau media). Menurut Phelps (1995) pula, multimedia adalah kombinasi teks, video, suara dan animasi dalam sesebuah perisian komputer yang interaktif. Schurman (1995) mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi grafik, animasi, teks, video dan bunyi dalam satu perisian yang direka bentuk yang mementingkan interaksi antara pengguna dan komputer. Komputer yang mempunyai perkakasan berupaya untuk melaksanakan perisian multimedia atau disebut juga sebagai komputer multimedia. Menurut Collin, Simon (1995), “Multimedia merupakan sebuah persembahan, permainan atau aplikasi yang menggabungkan beberapa media yang berlainan. Sebuah komputer yang boleh menggunakan klip video, rakaman suara, imej, animasi dan teks serta pula boleh mengendalikan peranti-peranti seperti perakam video, pemain cakra video, pemacu CD-ROM, synthesizer dan juga kamera video. Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk text, audio, grafik, animasi, dan video.
Beberapa definisi menurut beberapa ahli: Kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996), Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar, dan teks (McComick,1996), Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dan kawan-kawan, 2002).  Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robindan Linda, 2001).  Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter 2001 adalah: pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
Menurut Haffos (Feldman 1994) multimedia adalah sebagai suatu sistem komputer yang terdiri dari perkakasan dan perisian yang memberikan kemudahan untuk membolehkan gambar, video, fotografi, grafik dan animasi, dipadukan dengan suara, teks data yang dikendalikan dengan program komputer. Sedangkan Jayant, Ackland, Lawarence dan Rabiner (Info tech 1995) menyatakan bahwa mulimedia adalah asas teknologi komunikasi modern yang meliputi suara, teks, imej, video dan data.
Jadi lebih singkatnya bisa dikatakan bahwa multimedia merupakan tehnik baru dalam bidang computer yang menggabungkan lebih dari satu media dalam suatu bentuk komunikasi yang meliputi teks, suara, grafik, animasi, dan video kedalam system computer.
B.     Penggunaan Multimedia
Para pakar pendidikan  sering menganjurkan bahwa dalam melaksanakan proses pembelajaran sebaiknya guru menggunakan media yang lengkap, sesuai dengan keperluan dan menyentuh berbagai indra. Untuk memenuhi keperluan itu, maka penggunaan multimedia adalah salah satu alternatif pilihan yang baik untuk pengajaran dan pembelajaran yang berkesan.
Pembelajaran berbasis multimedia mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan papan tulis dan kapur. Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan hampir semua unsur-unsur indra. Penggunaan multimedia dapat mempermudah siswa dalam belajar, juga waktu yang digunakan lebih efektif dan efisien. Selain itu pembelajaran dengan menggunakan multimedia  akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dimana dengan motivasi yang meningkat maka prestasipun akan dapat diraih dengan lebih optimal. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga akan mengenalkan sedini mungkin pada siswa akan teknologi.
Teknologi multimedia ini, juga dapat digunakan dalam mengembangkan Computer Assisted Learning (CAL).  Computer Assisted Learning (CAL) adalah perangkat lunak pendidikan yang diakses melalui komputer dan meru-pakan bentuk pembelajaran yang menempatkan komputer sebagai “dosen”. Dengan CAL, kata Widyo, proses belajar bisa berlangsung secara individu dan mampu mengadopsi perbedaan individu peserta didik. Karena pada intinya CAL merupakan media ganda yang terintegrasi yang dapat menyajikan suatu paket ajar yang berisi komponen visual dan suara secara bersamaan. CAL juga mempunyai komponen inlelegensi yang membuat program CAL bersifat interaktif dan mampu memroses data atau memberi jawaban bagi pengguna.CAL bersifat interaktif artinya programnya lebih bermakna diban-dingkan dengan program pembelajaran yang disajikan lewat media lainnya. CAL juga menggunakan multimedia yaitu sistem komputer yang meng-gabungkan audio dan video untuk menghasilkan aplikasi interaktif dengan menggunakan teks, suara dan gambar.
Adapun komponen CAL beserta manfaatnya antara lain:
1)      Teks, efektif untuk menyampaikan informasi verbal, merangsang daya pikir kognitif, memperjelas media lainnya,
2)      Audio, efektif untuk memancing perhatian, menumbuhkan daya imajinasi dan menambah atau membentuk suasana jadi hidup.
3)      Grafis, Foto dan Gambar, efektif untuk mengkonkritkan sesuatu yang abstrak dan menghilangkan verbalisme pada anak,
4)      Video efektif untuk memperlihatkan peristiwa masa lalu sesuai kejadian yang sebenarnya, menyajikan peristiwa penting maupun kejadian langka yang sulit didapat, menampilkan gerakan obyek yang terlalu cepat atau lambat menjadi normal sehingga dapat dilihat mata,
5)      Animasi efektif untuk menjelaskan suatu proses yang sulit dilihat mata.
Secara keseluruhan, multimedia terdiri dari tiga level (Mayer, 2001) yaitu :
1)      Level teknis, yaitu multimedia berkaitan dengan alat-alat teknis ; alat-alat ini dapat diartikan sebagai wahana yang meliputi tanda-tanda (signs).
2)      Level semiotik, yaitu representasi hasil multimedia seperti teks, gambar, grafik, tabel, dll.
3)      Level sensorik, yaitu yang berkaitan dengan saluran sensorik yang berfungsi untuk menerima tanda (signs).
4)      Dengan memanfaatkan ketiga level di atas diharapkan kita dapat mengoptimalkan multimedia dan mendapatkan efektifitas pemanfaatan multimedia pada proses pembelajaran.
Adapun pengaruh multimedia dalam pembelajaran yang menurut Harto Pramono antara lain:
a.       Multi Bentuk Representasi
Yang dimaksud dengan multi bentuk representasi adalah perpaduan antara teks, gambar nyata, atau grafik. Berdasarkan hasil penelitian tentang pemanfaatan multi bentuk representasi, informasi/materi pengajaran melalui teks dapat diingat dengan baik jika disertai dengan gambar. Hal ini dijelaskan dengan dual coding theory (Paivio, 1986). Menurut teori ini, sistem kognitif manusia terdiri dua sub sistem : sistem verbal dan sistem gambar (visual). Kata dan kalimat biasanya hanya diproses dalam sistem verbal (kecuali untuk materi yang bersifat kongkrit), sedangkan gambar diproses melalui sistem gambar maupun sistem verbal. Jadi dengan adanya gambar dalam teks dapat meningkatkan memori oleh karena adanya dual coding dalam memori (bandingkan dengan single coding).
Seseorang yang membaca/memahami teks yang disertai gambar, aktifitas yang dilakukannya yaitu : memilih informasi yang relevan dari teks, membentuk representasi proporsi berdasarkan teks tersebut, dan kemudian mengorganisasi informasi verbal yang diperoleh ke dalam mental model verbal.
Demikian juga ia memilih informasi yang relevan dari gambar, lalu membentuk image, dan mengorganisasi informasi visual yang dipilih ke dalam mental mode visual. Tahap terakhir adalah menghubungkan ‘model’ yang dibentuk dari teks dengan model yang dibentuk dari gambar .Model ini kemudian dapat menjelaskan mengapa gambar dalam teks dapat menunjang memori dan pemahaman peserta didik.
Fitur penting lain dalam multimedia adalah animasi. Berbagai fungsi animasi antara lain : untuk mengarahkan perhatian peserta diklat pada aspek penting dari materi yang sedang dipelajari (tetapi awas, animasi dapat juga mengalihkan perhatian peserta dari topik utama. Oleh karena itu seorang guru atau fasilitator harus tahu kapan harus menggunakan gambar pada teks dan kapan tidak menggunakannya. Dan perlur diingat juga bahwa pada dasarnya gambar sebagai penunjang penjelasan substansi materi yang tertera pada teks. Jadi jangan sampai porsi gambar melebihi teks yang ada. Juga gambar harus relevan dan berkaitan dengan narasi pada teks.
b.      Animasi
Menurut Reiber (1994) bagian penting lain pada multimedia adalah animasi. Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian peserta diklat jika digunakan secara tepat, tetapi sebaliknya anirnasi juga dapat mengalihkan perhatian dari substansi materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru tidak penting. Animasi dapat membantu proses pelajaran jika peserta diklat banya akan dapat melakukan proses kognitif jika dibantu dengan animasi, sedangkan tanpa animasi proses kognitif tidak dapat dilakukan. Berdasarkan penelitian, peserta diklat yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan rendah cenderung memerlukan bantuan, salah satunya animasi, untuk menangkap konsep materi yang disampaikan.
c.       Multi Saluran Sensorik
Dengan penggunaan multimedia, peserta diklat sangat dimungkinkan mendapatkan berbagai variasi pemaparan materi. Atau sebaliknya guru/fasilitator dapat menggunakan berbagai saluran sensorik yang tersedia pada media tersebut. Dengan penggunaan multi saluran sensorik, dimungkinkan penggunaan bentuk-bentuk auditif dan visual. Menurut basil penelitian, pemerolehan pengetahuan melalui teks yang menggunakan gambar disertai animasi, basil belajar peserta akan lebih baik jika teks disajikan dalam bentuk auditif dari pada visual.

d.      Pembelajaran Non Linear
Pembelajaran non linear dimaksudkan sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan materi-materi dari guru/widyaiswara, tetapi peserta diklat hendaknya menambah pengetahuan dan ketrampilan dari berbagai somber ekstemal seperti narasumber di lapangan, studi literatur dari beberapa perpustakaan, situs internet, dan sumber-sumber lain yang relevan dan menunjang peningkatan diri. Berdasarkan suatu penelitian dikatakan bahwa tingkat pemahaman dengan sistem pembelajaran non linear merniliki hasil yang lebih baik dibanding peserta diktat mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan hanya dari fasilitator. Jadi tugas guru/fasilitator untuk dapat merangsang dan menciptakan suatu kondisi semangat menambah ilmu para peserta diklat dari berbagai sumber lain.
e.Interaktivitas
Interaktivitas disini diterjermahkan sebagai tingkat interaksi dengan media pembelajaran yang digunakan, yakni multimedia. Karena kelebihan yang dimiliki multimedia, memungkinkan bagi siapapun (guru/fasilitator dan peserta diklat) untuk eksplore dengan memanfaatkan detail-detail di dalam multimedia dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Permasalahannya tinggal bagaimana aktivitas behavioristik terhadap multimedia memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak (guru & peserta).

C.     Manfaat Penggunaan Teknologi Multimedia Dalam Proses Pembelajaran
Penggunaan multimedia dalam pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut:
1)      Meningkatkan SDM guru.
2)      Membantu guru secara efektif dan efisien dalam melakukan persiapan mengajar yaitu pembuatan alat peraga, display, LKS, dll.
3)      Kegiatan belajar mengajar lebih menarik karena media yang dipakai dapat dilihat, bergerak, dan didengar.
4)      Meningkatkan kemampuan belajar dan kreativitas anak-anak secara aktif, langsung memanfaatkan komputer sebagai alat bantu belajar.
5)      Membuat suasana perpustakaan lebih menarik dan menyenangkan anak, dengan program-program yang mengaktifkan multimedia komputer yang ada.

D.    Keuntungan Dan Kelemahan Menggunakan Teknologi Multimedia
Keuntungan pembelajaran interaktif berbasis multimedia antara lain:
1)      Materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit/nyata, sehingga mudah diterima siswa,
2)      Multimedia dapat mengatasi kendala ruang dan waktu. Siswa yang belum memahami materi dapat mengulang materi tersebut di rumah sama persis dengan yang dibahas dalam kelompok,
3)      Informasi pelajaran yang disajikan dengan media yang tepat akan memberikan kesan yang mendalam pada diri siswa,
4)      Penggunaan multimedia pembelajaran yang tepat akan dapat merangsang berbagai macam perkembangan kecerdasan.
5)      Materi pembelajaran yang diterima siswa menjadi lebih seragam (relatif sama) dan mengurangi resiko kesalahan konsep.
Kelemahan :
1)      Masih kurangnya tenaga ahli dalam pembuatan dan penggunaan perangkat multimedia dalam pembelajaran.
2)      Akan menghabiskan biaya yang banyak.
3)      Kurang tepat untuk sekolah yang berada di pedalaman.

PRINSIP-PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEBELAJARAN
A.    Pengertian  Multimedia  Pembelajaran
Multimedia  adalah  media  yang  menggabungkan  dua  unsur  atau  lebih  media  yang  terdiri  dari  teks,  grafis,  gambar,  foto,  audio,  video dan  animasi  secara  terintegrasi.  Multimedia  terbagi  menjadi  dua  kategori,  yaitu:  multimedia  linier dan multimedia  interakti.
·         Multimedia  linier  adalah  suatu  multimedia  yang  tidak  dilengkapi  dengan  alat  pengontrol  apapun  yang  dapat  dioperasikan  oleh  penguna.  Multimedia  ini  berjalan  sekuensial  (berurutan),  contohnya:  TV  dan  film.
·         Multimedia  interaktif  adalah  suatu  multimedia  yang  dilengkapi  dengan  alat  pengontrol  yang  dapat  dioperasikan  oleh  pengguna,  sehingga  pengguna  dapat  memilih  apa  yang  dikehendaki  untuk  proses  selanjutnya.  Contoh  multimedia  interaktif  adalah:  multimedia  pembelajaran  interaktif,  aplikasi  game,  dll.
Sedangkan  pembelajaran  diartikan  sebagai  proses  penciptaan  lingkungan  yang  memungkinkan  terjadinya  proses  belajar.  Jadi  dalam  pembelajaran  yang  utama  adalah  bagaimana  siswa  belajar.  Belajar  dalam  pengertian  aktifitas  mental  siswa  dalam  berinteraksi  dengan  lingkungan  yang  menghasilkan  perubahan  perilaku  yangbersifat  relatif  konstan.  Dengan  demikian  aspek  yang  menjadi  penting  dalam  aktifitas  belajar  adalah  lingkungan.  Bagaimana  lingkungan  ini  diciptakan  dengan  menata  unsurunsurnya  sehingga  dapat  mengubah  perilaku  siswa.  Dari  uraian  di  atas,  apabila  kedua  konsep  tersebut  kita  gabungkan  maka  multimedia  pembelajaran  dapat  diartikan  sebagai  aplikasi  multimedia  yang  dignakan  dalam  proses  pembelajran,  dengan  kata  lain  untuk  menyalurkan  pesan  (pengetahuan,  keterampilan  dan  sikap)  serta  dapat  merangsang  piliran,  perasaan,  perhatian  dan  kemauan  yang  belajar  sehingga  secara  sengaja  proses  belajar  terjadi,  bertujuan  dan  terkendali.
B.     Manfaat  Multimedia  Pembelajaran
Secara  umum  manfaat  yang  dapat  diperoleh  adalah  proses  pembelajaran  lebih  menarik,  lebih  interaktif,  jumlah  waktu  mengajar  dapat  dikurangi,  kualitas  belajar  siswa  dapat  ditingkatkan  dan  prises  belajar  mengajar  dapat  dilakukan  di  mana  dan  kapan  saja,  serta  sikap  belajar  siswa  dapat  ditingkatkan.
Manfaat  di  atas  akan  diperoleh  mengingat  terdapat  keunggulan  dari  sebuah  multimedia  pembelajaran,  yaitu:
1)      Memperbesar  benda  yang  sangat  kecil  dan  tidak  tampak  oleh  mata,  seperti kuman,  bakteri,  elektron  dll.
2)      Memperkecil  benda  yang  sangat  besar  yang  tidak  mungkin  dihadirkan  ke sekolah,  seperti  gajah,  rumah,  gunung,  dll.
3)      Menyajikan  benda  atau  peristiwa  yang  kompleks,  rumit  dan  berlangsung  cepat atau  lambat,  seperti  sistem  tubuh  manusia,  bekerjanya  suatu   mesin, beredarnya  planet  Mars,  berkembangnya  bunga  dll.
4)      Menyajikan  benda  atau  peristiwa  yang  jauh,  seperti  bulan,  bintang,  salju,  dll.
5)      Menyajikan  benda  atau  peristiwa  yang  berbahaya,  seperti  letusan  gunung berapi,  harimau,  racun,  dll.
6)      Meningkatkan  daya  tarik  dan  perhatian  siswa.

C.     Karakteristik  Media  dalam  Multimedia  Pembelajara
Sebagai  salah  satu  komponen  sistem  pembelajaran,  pemilihan  dan  penggunaan  multimedia  pembelajaran  harus  memperhatikan  karakteristik  komponen  lain,  seperti:  tujuan,  materi,  strategi  dan  juga  evaluasi  pembelajaran. Karakteristik  multimedia  pembelajaran  adalah:
1)      Memiliki  lebih  dari  satu  media  yang  konvergen, misalnya  menggabungkan unsur  audio dan  visual.
2)      Bersifat  interaktif,  dalam  pengertian  memiliki  kemampuan  untuk mengakomodasi  respon  pengguna.
3)      Bersifat  mandiri,  dalam  pengertian  memberi  kemudahan  dan  kelengkapan  isi sedemikian  rupa  sehingga  pengguna  bisa  menggunakan  tanpa  bimbingan  oran lain.
Selain  memenuhi  ketiga  karakteristik  tersebut,  multimedia  pembelajaran  sebaiknya memenuhi  fungsi  sebagai  berikut:
1)      Mampu  memperkuat  respon  pengguna  secepatnya  dan  sesering  mungkin.
2)      Mampu  memberikan  kesempatan  kepada  siswa  untuk  mengontrol  laju kecepatan  belajarnya  sendiri.
3)      Memperhatikan  bahwa  siswa  mengikuti  suatu  urutan  yang  koheren  dan terkendalikan.
4)      Mampu  memberikan  kesempatan  adanya  partisipasi  dari  pengguna  dalam bentuk  respon,  baik  berupa  jawaban,  pemilihan,  keputusan,  percobaan  dan lain–lain.

D.    Format  Multimedia  Pembelajara
Format  sajian  multimedia  pembelajaran  dapat  dikategorikan  ke  dalam  lima  kelompok  sebagai  berikut:
·         Tutorial
Format  sajian  ini  merupakan  multimedia  pembelajaran  yang  dalam  penyampaian  materinya  dilakukan  secara  tutorial,  sebagaimana  layaknya  tutorial  yang  dilakukan  oleh  guru  atau  instruktur.  Informasi  yang  berisi  suatu  konsep  disajikan  dengan  teks,  gambar,  baik  diam  atau  bergerak  dan  grafik.  Pada  saat  yang  tepat,  yaitu  ketika  dianggap  bahwa  pengguna  telah  membaca,  menginterpretasikan   dan  menyerap  konsep  itu,  diajukan  serangkaian  pertanyaan  atau  tugas.  Jika  jawaban  atau  respon  pengguna  benar,  kemudian  dilanjutkan  dengan  materi  berikutnya.  Jika  jawaban  atau  respon  pengguna  salah,  maka  pengguna  harus  mengulang  memahami  konsep  tersebut  secara  keseluruhan  ataupun  pada  bagianbagian  tertentu  saja  (remedial). Kemudian  pada  bahagian  akhir  biasanya  akan  diberikan  serangkaian  pertanyaaan  yang  merupakan  tes  untuk  mengukur  tingkat  pemahamn  pengguna  atas  konsep  atau  materi  yang  disampaikan.
·         Drill dan  Practise
Format  ini  dimaksudkan  untuk  melatih  pegguna  sehingga  memiliki  kemahiran  dalam  suatu  keterampilan  atau  memperkuat  penguasaan  sutu  konsep.  Program  menyediakan  serangkaian  soal  atau  pertanyaan  yang  biasanya  ditampilkan  secara  acak,  sehingga  setiap  kali  digunakan  makan  soal  atau  pertanyaan  yang  tampil  selalu  berbeda,  atau  paling  tidak  dalam  kombinasi  yang  berbeda.Program  ini  dilengkapi  dengan  jawaban  yang  benar,  lengkap  dengan  penjelasannya  sehingga  diharapkan  pengguna  akan  bisa  pula  memahami  suatu  konsep  tertentu.  Pada  bahagian  akhir,  pengguna  bisa  melihat  skor  akhir  yang  dia  capai,  sebagai  indikator  untuk  mengukur  tingkat  keberhasilan  dalam  memecahkan  soal‐soal  yang  diajukan.
·         Simulasi
Multimedia  pembelajaran  dengan  format  ini  mencoba  menyamai  proses  dinamis  yang  terjadi  di  dunia  nyata,  misalnya  untuk  mensimulasikan  pesawat  terbang,  di  mana  pengguna  seolah‐olah  melakukan  aktifitas  menerbangkan  pesawat  terbang,  menjalankan  usaha  kecil,  atau  pengendalian  pembangkit  listrik  tenaga  nuklir  dan  lain‐lain.  Pada  dasarnya  format  ini  mencoba  memberikan  pengalaman  masalah  dunia  nyata  yang  biasanya  berhubungan  dengan  suatu  resiko,  seperti  pesawat  yang  akan  jatuh  atau  menabrak,  peusahaan  akan  bangkrut,  atau  terjadi  malapetaka  nuklir.
·         Percobaan  atau  Eksperimen
Format  ini  mirip  dengan  format  simulasi,  namjun  lebih  ditujukan  pada  kegiatan–kegiatan  yang  bersifat  eksperimen,  seperti  kegiatan  praktikum  di  laboratorium  IPA,  biologi  atau  kimia.  Program  menyediakan  serangkaian  peralatan  dan  bahan,  kemudian  pengguna  bisa  melakukan  percobaan  atau  eksperimen  sesuai  petunjuk  dan  kemudian  mengembangkan  eksperimen– eksperimen  lain  berdasarkan  petunjuk  tersebut.  dapat  menjelaskan  suatu  konsep  atau  fenomena  tertentu  berdasarkan  eksperimen  yang  mereka  lakukan  secara  maya  tersebut.
·         Permainan
Tentu  saja  bentuk  permaianan  yang  disajikan  di  sini  tetap  mengacu  pada  proses  pembelajaran  dan  dengan  program  multimedia  berforat  ini  diharapkan  terjadi  aktifitas  belajar  sambil  bermain.  Dengan  demikian  pengguna  tidak  merasa  bahwa  mereka  sesungguhnya  sedang  belajar.
Syarat Yang Memenuhi Multimedia :
ü  Pengoprasian yang mudah dan familiar.
ü  Mudah untuk diinstal ke komputer.
ü  Media pembelajaran yang aktif yan komunikatif.
ü  Sistem pembelajaran yang mandiri, artinya siswa dapat belajar mandiri baik disekolah maupun dirumah tanpa bimbingan guru atau orang lain.
ü  Sedapat mungkin dengan biaya yang ringan dan terjangkau.

E.     Jenis-Jenis Multimedia
Berdasarkan kegunaannya, multimedia pembelajaran ada 2 macam yaitu :
1)      Multimedia presentasi pembelajaran
Adalah alat bantu guru dalam proses pembelajaran dikelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Contoh : Microsoft Power Point (.ppt).
2)      Multimedia pembelajaran mandiri
Adalah software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri tanpa bantuan guru. Harus dapat memadukan explecit knowledge dan tacit knowledge. Pengembanngan futur dan mengandung fitur unruk pelatihan. Ujian dan simulasi termasuk tahapan pemecahan masalah. Contoh : Macromedia Authorware/Adobe Flash.
Solusi Pengguna Multimedia :
ü  Memanfaatkan media yang disekitar kita, disesuaikan kemampuan yang kita miliki.
ü  Perlunya sarana dan prasarana yang mendukung bimbingan belajar mengajar baik secara tradisional maupun modern.
ü  Guru yang memiliki kualitas kompetensi akademik yang profesional yang tinggi atau memadai dibidang teknologi modern yang diterapkan pada proses pembelajaran.
ü  Mengubah budaya para pendidik dari mengajar menjadi pelajar.
ü  Memberikan kegiatan semacamdiskusi kelompok guna menambah pengetahuan tentang pengguna teknologi multimedia dalam pembelajaran.
ü  Diknas kota harus bertanggung jawab untuk mengembangkan SDM para guru tentang teknologi multimedia untuk membantu pengembangan atau pembelajarannya.
NOTE :
Berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall. Langkah-langkah pengembanganya adalah sebagai berikut : (1) analisis potensi dan masalah, (2) perencanaan, (3) pengembangan draft produk, (4) tahap validasi dan revisi, (5) uji coba skala kecil dan revisi, (6) uji coba skala menengah dan revisi, (7) uji coba skala besar dan revisi. Kesimpulannya adalah modul pembelajaran kimia berbasis blog yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria baik digunakan dalam pembelajaran kimia. Hal ini sesuai dengan penilaian dari ahli media pembelajaran, ahli materi,  dan reviewer. Ahli media menilai baik dengan skor penilaian 85 dari skor maksimal 115 . Ahli materi menilai sangat baik dengan skor penilaian 118 dari skor maksimal 145. Reviewer 1 menilai baik dengan skor penilaian 102 dari skor maksimal 125. Reviewer 2 menilai baik dengan skor penilaian 96 dari skor maksimal 125. Hasil uji coba lapangan pada uji coba skala kecil untuk modul pembelajaran kimia berbasis blog sebesar 50% berada pada kualifikasi cukup baik. Hasil uji coba skala menengah sebesar 63,4% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji coba skala besar sebesar 65% berada pada kualifikasi baik.

PERMASALAHAN :
1.      Sebagai pendidik ataupun tenaga pendidikan, bagaimana kita memenuhi penggunaan multimedia yang baik untuk dipergunakan jika kita mengabdi di desa ?
2.      Berdasarkan pengembangan “Multimedia Pembelajaran Kimia”, adakah penggunaan program multimedia lain (selain blog *Note) yang dapat kita kembangkan untuk materi bahan ajar bagi seorang pengajar ?

DAFTAR PUSTAKA :

Sari, dkk, 2014. Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog Untuk Materi

Struktur Atom Dan Sistem Periodik Unsur Sma Kelas XI. Jurnal Pendidikan

Kimia. Volume 3 Nomor 2. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

 

16 komentar:

  1. Saya akan menjawab permasalahan no 2, menurut saya
    · Memutar lagu/musik disela-sela kegiatan belajar siswa, misalnya saat siswa mengakses materi pelajaran melalui internet.

    · Memutar video yang berkaitan dengan materi pembelajaran

    · Menampilkan gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

    · Mengirim informasi/pesan dari guru (komputer server) ke siswa (komputer client).

    · Mengirim tugas/ulangan kepada siswa dan mengumpulkannya kembali melalui komputer server.

    · Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses materi melalui internet.

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1.Salah satu solusi untuk penggunaan media komputer, internet maupun multimedia dilokasi terpencil atau dipolosok desa adalah: 1) melakukan study tour yang difasilitasi oleh pemerintah ke sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis multimedia, 2) pengelola sekolah membuat permohonan ke pemerintah untuk dikelengkapan fasilitas pendidikan, 3) guru mengupayakan pelatihan dan pengembangan SDM untuk meningkatkan kemampuan penggunaan media pembelajaran

    BalasHapus
  3. Baik saya aka mencoba menjawab permasalahan pertama cara kita memenuhi multimedia dipedesaan mungkin dengan contoh sederhana berikut Ketika seorang guru bernama pak Ahmad akan mengajarkan sebuah kompetensi dasar, denga judul ”bangun ruang ” pada pelajaran matematika, maka guru tersebut mencoba untuk menyiapkan sebuah kubus, kawat dan penggaris dengan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan. Pertama-tama Pak Ahmad menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pelajaran tersebut serta aktivitas yang harus dilakukan siswa selama pembelajaran berlangsung. Kemudian Pak Ahmad menjelaskan informasi yang penting tentang Kubus tersebut, mulai dari panjang, lebar dan tinggi, diagonal ruang dan satuan serta ukuran-ukuran yang penting kepada siswa. Selama menjelaskan Pak Ahmad selalu mengikutinya dengan cara menunjukkan bagian-bagian yang penitng dari ciri-ciri kubus tersebut pada Kubus yang ia pegang. Siswapun meperhatikannya dengan penuh seksama. Sambil sesekali Pak Ahmad menusukkan kawat-kawat yang dipeganggnya ke dalam kubus tersebut pak Ahmad terus menjelaskan tentang apa yang dilakukannya kepada siswa. Setelah beberapa lama siswa disuruh mengambil mistar , kemudian Pak Ahmad mengajak seorang siswa ke depan kelas untuk mengukur panjang kawat yang dimasukkan secara silang dalam kubus tersebut mulai dari sudut kiri atas hingga tembus ke sudut kanan bawah s

    BalasHapus
  4. Selamat malam Novi, saya akan mencoba menjawab permasalahan kedua. Menurut saya, multimedia lain yang bisa digunakan selain blog Note adalah poster, komik, kartun yang saat ini bisa kita akses di internet, selain itu peserta didik juga bisa mengakses video seputar materi yang diajarkan oleh guru sehingga memudahkan mereka dalam belajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sedikit menambahkan terkait multimedia yang dapat digunakan dalam belajar yaitu mind map berisikan ulasan singkat materi kimia misalnya pada sistem koloid. ataupun meng-audiokan suara saudara terkait ringkasan materi kimia. ataupun virtual lab.

      Hapus
  5. hi novi, saya akan membantu menjawab permasalahan nomor 1, yang mana;Melihat berbagai ragam manfaat multimedia untuk dunia pendidikan maka dalam program ini kami mengimplementasikannya
    dalam masyarakat pedesaan. Masyarakat pedesaan selama ini selalu menjadi kelompok marjinal yang jarang tersentuh oleh arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk dalam pendidikan mereka. Selain itu, masyarakat pedesaan merupakan masyarakat religius.
    Teknologi yang baru membuat multimedia merupakan calon yang baik untuk prototyping. Namun definisi masalah yang nyata merupakan suatu keharusan, dan rancangannya meliputi beberapa kegiatan yang tidak berhubungan dengan sistem konvensional. Pakar multimedia telah menyadari tantangan unik dari pengembangan sistem.Tahapan pertama pembuatan multimedia interaktif adalah mendefinisikan dan mengkaji permasalahan yang dihadapi oleh Desa Wisata Tanjung dalam hal
    perluasan informasi (promosi). Secara lebih spesifik permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana aplikasi multimedia interaktif dapat di implementasikan sebagai media pelengkap dalam hal publikasi selain media lainnya. Sasaran dari media promosi ini adalah para wisatawan domestik dan juga para wisatawan asing.

    BalasHapus
  6. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1
    Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi, audio dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Jadi berdasarkan permasalahannya, saya rasa sekarang setiap guru sudah memiliki laptop pribadi, jadi saya sarankan guru dapat memanfaatkan laptopnya tersebut agar dapat menampilkan gambar, video, slide dll yang menunjang proses pembelajaran agar siswanya dapat paham terhadap meteri tesebut.

    BalasHapus
  7. Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1.Salah satu solusi untuk penggunaan media komputer, internet maupun multimedia dilokasi terpencil atau dipolosok desa adalah: 1) melakukan study tour yang difasilitasi oleh pemerintah ke sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis multimedia, 2) pengelola sekolah membuat permohonan ke pemerintah untuk dikelengkapan fasilitas pendidikan, 3) guru mengupayakan pelatihan dan pengembangan SDM untuk meningkatkan kemampuan penggunaan media pembelajaran

    BalasHapus
  8. Pendidikan sebagai suatu sistem terbuka tidak lepas dari masalah, baik masalah mikro ataupun masalah makro. Masalah mikro, yaitu masalah yang timbul dalam komponen komponen yang terdapat dalam pendidikan itu sendiri sebagai suatu sistem, antara lain masalah kurikulum, masalah pendidikan, administrasi pendidikan dan sebagainya. Masalah makro, yaitu masalah yang muncul dalam pendidikan itu sebagai suatu sistem dengan sistem sistem lainnya yang lebih luas didalam seluruh kehidupan manusia, antara lain masalah kurang meratanya pendidikan, rendahnya mutu pendidikan, masalah efisiensi, relevansi dan lain lain. Berkaitan dengan permasalahan yang sering terjadi di Indonesia, guru dianggap sebagai sumber dari permasalahan tersebut, sehingga dengan mengidentifikasi permasalahan pendidikan kita mengetahui letak permasalahan yang sebenarnya dan berusaha untuk memberikan solusi dari permaslahan tersebut.

    BalasHapus
  9. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda yang no 2. Menurut saya ada bahkan banyak sekali, mungkin saya hanya menyebutkan beberapa saja yang saya ketahui misalnya dengan menfgunakan classroom, telegram, edmodo, moodle, whatsapps, dan masih banyak lagi yang lainnya

    BalasHapus
  10. Saya akan menjawab permasalahan no 2, menurut saya
    · Memutar lagu/musik disela-sela kegiatan belajar siswa, misalnya saat siswa mengakses materi pelajaran melalui internet.

    Agar siswa tidak merasa bosam pada saat proses pembelajaran

    BalasHapus
  11. Masyarakat pedesaan selama ini selalu menjadi kelompok marjinal yang jarang tersentuh oleh arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk dalam pendidikan mereka. Selain itu, masyarakat pedesaan merupakan masyarakat religius.
    Teknologi yang baru membuat multimedia merupakan calon yang baik untuk prototyping. Namun definisi masalah yang nyata merupakan suatu keharusan, dan rancangannya meliputi beberapa kegiatan yang tidak berhubungan dengan sistem konvensional. Pakar multimedia telah menyadari tantangan unik dari pengembangan sistem.Tahapan pertama pembuatan multimedia interaktif adalah mendefinisikan dan mengkaji permasalahan yang dihadapi oleh Desa Wisata Tanjung dalam hal

    BalasHapus
  12. Baiklah saya akan menjawab permasalahan anda.
    ü Memanfaatkan media yang disekitar kita, disesuaikan kemampuan yang kita miliki.
    ü Perlunya sarana dan prasarana yang mendukung bimbingan belajar mengajar baik secara tradisional maupun modern.
    ü Guru yang memiliki kualitas kompetensi akademik yang profesional yang tinggi atau memadai dibidang teknologi modern yang diterapkan pada proses pembelajaran.
    ü Mengubah budaya para pendidik dari mengajar menjadi pelajar.
    ü Memberikan kegiatan semacamdiskusi kelompok guna menambah pengetahuan tentang pengguna teknologi multimedia dalam pembelajaran.
    ü Diknas kota harus bertanggung jawab untuk mengembangkan SDM para guru tentang teknologi multimedia untuk membantu pengembangan atau pembelajarannya.

    BalasHapus
  13. Kita harus memperhatikan sarana dan prasarana yg akn dipakai. Jika tidak mencukupi maka kita tidak akan bisa menggunakan multimedia yang beragam. Kita hanya bisa menggunakan media yang mudah dijumpai saja dalam kehidupan sehari hari.

    BalasHapus
  14. Terima kasih buat materinya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  15. Saya akan menjawab permasalahan no 1, didaerah terpencil atau desa pasti sangat terbatas akan teknologi atau alat elektronik seperti komputer, sebagai seorang guru bagaimana cara kita menerapkan itu bagi saya tergantung dengan keadaan suatu desa, misalnya suatu desa tidak terdapat sinyal internet, maka akan kesulitan menerapkan multimedia didaerah tersebut

    BalasHapus

Multimedia Pembelajaran Dalam Era Revolusi 4.0

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DALAM ERA REVOLUSI 4.0 Akhir-akhir ini salah satu isu nasional yg sedang ‘ramai’ diperbincangkan selai...