MULTIMEDIA
PEMBELAJARAN DALAM ERA REVOLUSI 4.0
Akhir-akhir ini salah satu isu
nasional yg sedang ‘ramai’ diperbincangkan selain disahkannya UU MD3 DPR adalah
perihal revolusi industri 4.0. Maka dari itu, izinkan saya memberikan sedikit
argumentasi terkait isu yang satu ini.
Tidak dapat kita pungkiri,
dengan semakin canggihnya teknologi yang sedang berkembang mau tidak mau
membawa perubahan yang cukup signifikan di berbagai lintas sektor kehidupan.
Salah satu bahasan yang cukup menarik yakni terkait hubungan revolusi industri
4.0 dengan sistem pendidikan di Indonesia, sesuai arahan MENRISTEKDIKTI terkait
dampak industri 4.0 yakni dengan adanya ‘digitalisasi sistem’, mau tidak mau
menuntut baik para dosen maupun mahasiswa untuk mampu dengan cepat beradaptasi
dengan perubahan yang ada. Sistem pembelajaran yang semula berbasis pada tatap
muka secara langsung di kelas, bukan tidak mungkin akan dapat digantikan dengan
sistem pembelajaran yang terintegrasikan melalui jaringan internet (online
learning). Adanya perubahan tersebut juga memiliki analisis risk-benefit,
di mana keuntungan yang bisa didapatkan antara lain mahasiswa tetap bisa
belajar dan tetap bisa mengakses materi pembelajaran tanpa harus hadir di kelas,
hal ini pun menjadi keuntungan tersendiri bagi siswa yang mengalami kendala
dalam hal jarak dan finansial.
Lain hal dengan keuntungan,
adapun masalah yang dapat muncul terkait dengan hal tersebut adalah dituntutnya
peran PTN/PTS untuk berhasil mencetak lulusan yang mampu bersaing baik dalam
skala nasional maupun internasional dengan adanya perubahan tersebut, terlepas
dari siap atau tidaknya sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam menunjang
perubahan yang ada. Sebagai contoh suatu gebrakan baru yang dilakukan 2
universitas terkemuka dunia (Harvard dan MIT) terkait kesiapan menghadapi
revolusi industri 4.0 yakni dengan membuat suatu portal khusus yang menyediakan
perkuliahan online learning secara gratis dan dapat diakses oleh
siapapun, bukan tidak mungkin kini mimpi untuk menimba ilmu dari pengajar
berkualitas dari dua kampus terkemuka dunia tersebut saat ini bukan menjadi
suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Seiring pendidikan yang
menyatu dengan internet, berbagai model pendidikan baru telah muncul. Salah
satu bentuk representatif dari model pembelajaran adalah kelas membalik atau
membalik kelas yang secara universal dikenal sebagai metode pendidikan yang
inovatif di era digital. Pembelajaran terbalik adalah strategi instruksional
dan jenis pembelajaran campuran yang membalikkan pengaturan pendidikan
tradisional dengan memberikan konten instruksional, di luar kelas, seringkali
online dalam format digital.
Atas dasar konsep pembelajaran
flipped, SIGONGmedia telah merancang Model Pembelajaran yang Berpusat pada
Pembelajaran Berpusat berdasarkan Partisipasi, Komunikasi, Kolaborasi dan
Diskusi. Model ini mencakup berbagai jenis pendidikan interaktif dan SNS
seperti Java, HTML5, Model Pendidikan Fleksibel berbasis OSMU / Model
Pendidikan / Model Pendidikan Interaktif berbasis Pendidikan Multilingual /
Flipping dan Pembelajaran Sosial berbasis / Kolaborasi, Berbagi dan Diskusi
berdasarkan Model Pendidikan Partisipatif / Model Pendidikan / Model Belajar
Pendidikan dan Model Pendidikan yang Diperhatikan oleh Remix dan Authoring
berdasarkan Model Pendidikan Keperawatan dan Model Pendidikan Berbasis Orang
Tua.
Melalui penerapan platform
pembelajaran ini, peserta mendapatkan layanan pendidikan paling maju di bidang
pendidikan sekolah dasar di Korea. Oleh karena itu, kami percaya bahwa
presentasi ini sangat membantu peserta yang tertarik dengan efektifitas desain
dan implementasi pembelajaran interaktif lanjutan berdasarkan konsep
pembelajaran terbalik di seluruh dunia.
Era
revolusi industri 4.0 akan menekankan pada pola digital economy, artificial
intelligence, big data, robotic, atau dikenal dengan fenomena disruptive
innovation.
Menurut
Nasir (Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) menilai
kalau nanti ke depannya sekolah formal sekarang bisa berubah menjadi museum ketika
semua sudah serba digital. "Sekolah-sekolah barangkali ke depan mungkin
mggak akan bertahan lama, kampus-kampus ke depan mungkin jadi museum karena
fokusnya sekarang lebih ke teknologi informasi," ujar Nasir di acara
Learning Innovation Summit.
Selain
itu, Nasir juga berusaha mendorong sistem pembelajaran di perguruan tinggi
menuju ke arah cyber karena jumlah Angka Partisipasi Kasar (APK) anak Indonesia
yang sampai kuliah masih berkisar 31%. Angka itu sangat jauh tertinggal
dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia 38%, Thailand 51%, bahkan
Korea Selatan mencapai 91%.
"Artinya
di Korea Selatan, usia 18-32 tahun hampir semua anak mengikuti pendidikan
tingginya. Sedangkan di Indonesia kan negara kepulauan yang mungkin menjadi
sulit karena harus membangun gedung-gedung kuliah, infrastruktur demi
menghadapi revolusi industri 4.0, makanya perkembangan tekonogi informasi bisa
jadi solusi," tambahnya.
CEO Ruang guru Adamas Belva Syah Devara dan Co-Founder Ruangguru Iman Usman mengatakan bahwa para orangtua saat ini perlu mengikuti perkembangan zaman yang semakin digital termasuk soal pendidikan anak. Dengan hadirnya startup berbasis teknologi dan pendidikan seperti Ruangguru, akan membantu orangtua menjadi lebih 'digital'.
CEO Ruang guru Adamas Belva Syah Devara dan Co-Founder Ruangguru Iman Usman mengatakan bahwa para orangtua saat ini perlu mengikuti perkembangan zaman yang semakin digital termasuk soal pendidikan anak. Dengan hadirnya startup berbasis teknologi dan pendidikan seperti Ruangguru, akan membantu orangtua menjadi lebih 'digital'.
"Belajar
sekarang bisa lewat gadget, ada videonya, latihan soal ada di dalam aplikasi,
catatan dan ujian juga ada, kami berusaha membuat ekosistem pendidikan digital.
Kami punya banyak produk, kayak ruangguru digital bootcamp gimana anak bisa
menggunakan grup chat buat sarana belajar. Ada juga ruangles untuk bantu
orangtua yang bingung bisa tanya lewat aplikasi apa masalahnya dan langsung
konsultasi dengan guru," jelas Iman.
Permasalahan:
1.
Bagaimana cara kita sebagai seorang guru
mengatasi kurangnya pengetahuan dalam penggunaan multimedia?
2.
Apa saja yang dapat kita lakukan untuk
menciptakan generesi yang kaya akan pengetahuan dalam penggunaan multimedia
agar dapat bersaing di dunia luar ?

Saya akan menjawab permasalahan no 2.
BalasHapusMenurut saya, agar siswa tidak kalah bersaing dengan dunia luar, siswa harus melakukan pelatihan dari sekaran, siswa harus di latih agar berkemampuan untuk menggunakan teknologi canggih.
Saya akan menjawab permasalahan yang pertama menurut saya ada baiknya dilengkapi dari sarana dulu jika ingin menggunakan multimedia berarti harus ada kelengkapan dari alatnya lalu kita beralih kepenggunannya sehingga bisa berjalan dengan baik proses belaajar menggunakan multimedia ini.
BalasHapusBaik saya akan menjawab permasalahan yang pertama yaitu guru dapat menbantu siswa dalam belajar dengan selalu memantau dan memrnri saran apabila siswa tersebut melakukan kesalahan. Dan guru dapat membantu dengan selalu memberikan pembelajaran . Kalau ada yang kurang paham guru bisa menyediakan tanya jawab pada murid nya
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
BalasHapusMenurut saya untuk dapat menciptakan generesi yang kaya akan pengetahuan dalam penggunaan multimedia agar dapat bersaing di dunia luar tentu siswa tersebut harus dikembangkan dulu proses pengelolaan informasi yang didapat, kemudian mengembangkan daya kreativitas dan juga sikap inovatif bagi siswa. Kemudian juga tumbuhkan rasa keinginan tahuan siswa agar ia selalu semangat dalam menambah pengetahuan
Malam.. Baiklah saya akan menjawab permasalahan anda. Jika kita sebagai seorang guru tidak menguasai multimedia maka kita harus lebih banyak belajar dan mencari informasi baru tentang multimedia tersebut agar kita bisa menggunakan dan memanfaatkan dengan baik.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
HapusMenurut saya untuk dapat menciptakan generesi yang kaya akan pengetahuan dalam penggunaan multimedia agar dapat bersaing di dunia luar tentu siswa tersebut harus dikembangkan dulu proses pengelolaan informasi yang didapat, kemudian mengembangkan daya kreativitas dan juga sikap inovatif bagi siswa. Kemudian juga tumbuhkan rasa keinginan tahuan siswa agar ia selalu semangat dalam menambah pengetahuan dan disitu lah peran daru pengajar myang yang membimbing
Dengan cara pelatihan pelatihan akan teknologi untuk guru.
BalasHapusTerima kasih buat materinya, sangat bermanfaat
BalasHapusCara kita sebagai seorang guru ialah menerap e-learning, kenapa? Karena e-learning melibatkan alat elektronik contoh nya komputer, nah disitu lah siswa mendapatkan pengetahuan dan tidak gagap lagi menggunakan komputer
BalasHapusCara mengtasi pada permasalahn pertama adlh tentunya seorng guru harus benar2 mengetahui tentang IT .tidak ada batas seseorng untuk belajar
BalasHapusPara pakar pendidikan sering menganjurkan bahwa dalam melaksanakan proses pembelajaran sebaiknya guru menggunakan media yang lengkap, sesuai dengan keperluan dan menyentuh berbagai indra. Untuk memenuhi keperluan itu, maka penggunaan multimedia adalah salah satu alternatif pilihan yang baik untuk pengajaran dan pembelajaran yang berkesan.
BalasHapusPembelajaran berbasis multimedia mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan papan tulis dan kapur. Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan hampir semua unsur-unsur indra. Penggunaan multimedia dapat mempermudah siswa dalam belajar, juga waktu yang digunakan lebih efektif dan efisien. Selain itu pembelajaran dengan menggunakan multimedia akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dimana dengan motivasi yang meningkat maka prestasipun akan dapat diraih dengan lebih optimal. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga akan mengenalkan sedini mungkin pada siswa akan teknologi.
Moyivasi mereka agar sering memanfaatkan teknologi untuk hal yg baik
BalasHapusMinat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran itu, umpamanya arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang mungkin menarik. Keterangan itu dapat diperoleh dari buku pegangan.ensiklopedi, guru dan siswa senior yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. Disamping itu perlu dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran itu, misalanya pada mata pelajaran seni rupa usahakan mengikuti apa yang harus dilakukan apakah dengan menggambar atau melukis. Dengan langkah-langkah itu minat siswa terhadap mata pelajaran itu akan tumbuh.
BalasHapus