TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA
Pengertian
Teori Pemrosesan Informasi
Teori
pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik.
Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah
pengolahan informasi. Dalam teori ini, seperti psikologi kognitif mengkaji
proses belajar penting dari hasil belajar namun yang lebih penting dari kajian
proses belajar itu sendiri adalah sistem informasi, sistem informasi inilah
yang pada akhirnya akan menentukan proses belajar.
Penjelasan
lebih lanjut dari Bambang Warsita, bahwa berdasarkan kondisi internal dan
eksternal ini, Gagne menjelaskan bagaimana proses belajar itu terjadi. Model
proses belajar yang dikembangkan oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan
informasi, yaitu sebagai berikut :
1. Rangsangan
yang diterima panca indera akan disalurkan ke pusat syaraf dan diproses sebagai
informasi.
2. Informasi
dipilih secara selektif, ada yang dibuang, ada yang disimpan dalam memori
jangka pendek, dan ada yang disimpan dalam memori jangka panjang.
3. Memori-memori
ini tercampur dengan memori yang telah ada sebelumnya, dan dapat diungkap
kembali setelah dilakukan pengolahan.
Teori
pemrosesan informasi ini didasari oleh asumsi bahwa pembelajaran merupakan faktor
yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil komulatif
dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses informasi, untuk diolah
sehingga menghasilkan bentuk hasil belajar.Asumsi yang mendasari teori ini
adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam
perkembangan. Berdasarkan temuan riset linguistik,
psikologi, antropologi dan ilmu
komputer,dikembangkan model berpikir. Pusat
kajiannya pada proses belajar danmenggambarkan
cara individu memanipulasi simbol dan
memproses informasi.
Model
belajar pemrosesan informasi ini sering
pula disebut model kognitif information
processing,karena dalam proses belajar ini tersedia
tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
1. Sensory atau intake
register : informasi masuk
ke sistem melalui sensory register, tetapi
hanya disimpan untuk periode waktu
terbatas. Agar tetap dalam sistem, informasi
masuk ke working memory yang digabungkan dengan
informasi di long-term memory.
2. Working
memory : pengerjaan atau operasi
informasi berlangsung di working memory, dan di sini
berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahan
working memory sangat terbatas kapasitas isinya
dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
3. Long-term
memory : yang secara potensial
tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung
seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik.
Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi
yang tersimpan di dalamnya.
Salah
satu teori kognitif yang menjelaskan proses belajar pada diri seseorang yang
berkenaan dengan tahap-tahap proses pengolahan informasi adalah teori
pemrosesan informasi. Menurut teori ini proses belajar tidak berbeda halya
dengan proses menerima,menyimpan dan mengungkapken kembali dengan
informasi-informasi yang telah diterima sebelumnya. Genjala-gejala tentang
belajar dapat dijelaskan jika proses belajar itu dianggap sebagai proses
transformasi masukan menjadi keluaran. Berbagai pemahaman tentang belajar telah
benyak dikemukakan oleh para ahli dari berbagai aliran. Paparan ini mencoba
menyajikan pemahaman tentang belajar dari sudut pandang teori pemrosesan
informasi.
Mekanisme
pengubahan menurut Siegler (2002) dalam pemerosesan informasi
focus utamanya adalah pada peran mekanisme pengubah dalam
perkembangan. Ada empat mekanisme yang bekerjasama menciptakan
perubahan dalam keterampilan kognitif anak, yaitu : Ecoding (penyandian),
Otomatisasi, konstruksi strategis dan generalisasi.
Teori
belajar yang oleh Gagne (1988) disebut dengan ‘Information Processing Learning
Theory’. Teori ini merupakan gambaran atau model dari kegiatan di dalam
otak manusia di saat memroses suatu informasi. Karenanya teori belajar tadi
disebut juga ‘Information-Processing Model’ oleh Lefrancois atau ‘Model
Pemrosesan Informasi’. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses
penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran
dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi
antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi
internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil
belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi
eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam
proses pembelajaran.
Diasumsikan,
ketika individu belajar, di dalam dirinya
berlangsung proses kendali atau pemantau bekerjanya sistem
yang berupa prosedur strategi mengingat, untuk menyimpan
informasi ke dalam long-term memory
(materi memory atau ingatan) dan strategi umum pemecahan masalah
(materi kreativitas).Pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja
disimpan dalam memori jangka panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis.
Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus
pada bagaimana pengetahuan baru dimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan
dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Faktor stimulus adalah
karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti
ukuran,ilustrasi,teks,animasi,narasi,warna,musik,serta,video. Studi
tentang bagaiman informasi diidentifikasi, diproses, dimaknai, dan
ditransfer dalam dan dari memori kerja untuk disimpan dalam memori jangka panjang
mengisyaratkan bahwa pendesainan pesan merupakan salah satu topik utama dalam
pendesainan multimedia instruksional.
Dalam
konteks ini, desain pesan multimedia berkenaan dengan penyeleksian,
pengorganisasian, pengintegrasian elemen-elemen pesan untuk menyampaikan sesuatu
informasi. Penyampaian informasi bermultimedia yang berhasil akan bergantung
pada pengertian akan makna yang dilekatkan pada stimulus elemen-elemen
pesan tersebut. Dalam mengartikan penyampaian informasi dengan multimedia perlu
dibedakan apa yang disebut dengan media pengantar, desain pesan, serta
kemampuan sensorik.
Media
pengantar mengacu pada sistem yang dipakai untuk menyajikan informasi, misalnya
media berbasiskan media cetakan atau media berbasiskan komputer. Desain pesan
mengacu pada bentuk yang digunakan untuk menyajikan informasi, misalnya
pemakaian animasi atau teks audio. Kemampuan sensorik mengacu pada jalur
pemrosesan informasi yang dipakai untuk memproses informasi yang diperoleh,
seperti proses penerimaan informasi visual atau auditorial. Sebagai contoh,
suatu paparan tentang bagaimana sistem sesuatu alat bekerja dapat
dipresentasikan melalui teks tertulis dalam buku atau melalui teks di layar
komputer (dua media yang berbeda), dalam bentuk rangkaian kata-kata atau
kombinasi kata-kata dan gambar (dua desain pesan yang berbeda), atau dalam
bentuk kata-kata tertulis atau lisan (dua sensorik yang berbeda). Sebenarnya
istilah desan pesan mengacu pada proses manipulasi, atau rencana manipulasi
dari sebuah pola tanda yang memungkinkan untuk mengkondisi
pemerolehan informasi.
Penelitian
telah menemukan bukti bahwa desain pesan yang berbeda pada multimedia
instruksional mempengaruhi kualitas performansi (Pranata, 2004). Beberapa teori
yang melandasi perancangan desain pesan multimedia instruksional ialah
teori pengkodean ganda, teori muatan kognitif, dan teori pemrosesan
ganda. Menurut teori pengkodean ganda manusia memiliki sistem memori kerja yang
terpisah untuk informasi verbal dan informasi visual, memori kerja terdiri atas
memori kerja visual dan memori kerja auditori. Teori muatan kognitif
menyatakan bahwa setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas.
Sedangkan teori pemrosesan ganda menyatakan bahwa penyampaian informasi lewat
multimedia instruksional baru bermakna jika informasi yang diterima diseleksi
pada setiap penyimpanan, diorganisasikan ke dalam representasi yang
berhubungan, serta dikoneksikan dalam tiap penyimpanan.
Temuan-temuan
penelitian (Pranata, 2004) telah menguji kebenaran teori pengkodean ganda
(dual-coding theory): terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang
independent yaitu pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan
pemrosesan informasi verbal (atau memori kerja verbal); kedua memori kerja
tersebut memiliki kapasitas yang terbatas untuk memroses informasi yang masuk.
Hal terpenting yang dinyatakan oleh teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan
bahwa kemampuan terbatas memori kerja, visual maupun auditori, seharusnya
menjadi pokok pikiran ketika seseorang hendak mendesain sesuatu pesan
multimedia.
Teori
belajar pemrosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses
internal yang mencakup beberapa tahapan. Sembilan tahapan dalam peristiwa
pembelajaran sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi mendukung
proses-proses internal dalam kegiatan belajar adalah :
·
Menarik perhatian
·
Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada
siswa
·
Merangsang ingatan pada pra syarat belajar
·
Menyajikan bahan peransang
·
Memberikan bimbingan belajar
·
Mendorong unjuk kerja
·
Memberikan balikan informative
·
Menilai unjuk kerja
·
Meningkatkan retensi dan alih belajar
Menurut
model tingkat pemrosesan, berbagai stimulus informasi diproses dalam berbagai
tingkat kedalaman secara bersamaan bergantung kepada karakternya. Semakin dalam
suatu informasi diolah, maka informasi tersebut akan semakin lama diingat.
Sebagai contoh, informasi yang mempunyai imaji visual yang kuat atau banyak
berasosiasi dengan pengetahuan yang telah ada akan diproses secara lebih dalam.
Demikian juga informasi yang sedang diamati akan lebih dalam diproses daripada
stimuli atau kejadian lain di luar pengamatan. Dengan kata lain, manusia akan
lebih mengingat hal-hal yang mempunyai arti bagi dirinya atau hal-hal yang
menjadi perhatiannya karena hal-hal tersebut diproses secara lebih mendalam
daripada stimuli yang tidak mempunyai arti atau tidak menjadi perhatiannya
(Craik & Lockhart, 2002).
Manfaat
dan Hambatan Teori Pemrosesan Informasi
a.
Manfaat teori
pemrosesan informasi antara lain:
ü Membantu
terjadinya proses pembelajaran sehingga individu mampu beradaptasi pada
lingkungan yang selalu berubah
ü Menjadikan
strategi pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang berorientasi pada
proses lebih menonjol
ü Kapasilitas
belajar dapat disajikan secara lengkap
ü Prinsip
perbedaan individual terlayani.
b.
Hambatan teori
pemrosesan informasi antara lain:
§ Tidak
semua individu mampu melatih memori secara maksimal
§ Proses
internal yang tidak dapat diamati secara langsung
§ Tingkat
kesulitan mengungkap kembali informasi-informsi yang telah disimpan dalam
ingatan
§ Kemampuan
otak tiap individu tidak sama.
PERMASALAHAN
:
1. Dalam
pemrosesan informasi dalam media pembelajaran tentu aka nada hambatan-hambatan (seperti:
jangkauan internet daerah terpencil) yang akan dihadapi oleh seorang guru,
bagaiamana cara seorang guru meminimalisir hambatan-hambatan yang terjadi agar
proses pemerolehan informasi dalam pembelajaran dapat berjalan dengan baik ?
2. Setiap
siswa tentunya memiliki kemampuan mengingat yang berbeda-beda, bagaimana cara mengolah informasi yang kita dapat agar
dapat masuk kedalam Long-term Memory ?
DAFTAR PUSTAKA
Budiningsih, C.
Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran, cet.1 Jakarta: Rineka Cipta
Craik, F.
I. M., Lockhart. R. S. 2002. Levels of Processing. New
York: Cyber Pasific
Gagne, M. Robert. 1970. The
Conditions of Learning, United States of America
Moeljadi Pranata. 2004
. Pesan Multimedia Dan Teori Pemrosesan Informasi, http://puslit.petra.ac.id/journals/design.
Slavin,
R.E. 2000. Educational Psychology, Theory and Practice.
United State of America: Allyn & Bacon


Saya akan menjawab permasalahan no 2
BalasHapuscara mengolah informasi agar masuk dalam long time memory caranya dalam belajar kita harus mengulanginya supaya lebih lama kita mengingatnya. Dan biasanya dengan adanya gambar2 dalam pembelajaran lebih cepat ingat dan lebih lama kita mengingatnya, dan satu lagi jika setelah belajar teori langsung dipraktekkan akan lebih mempermudah kita mengingatnya dan biasannya akan tersimpan dalam long time memory. Mungkin itu sedikit tambahan dari saya terimakasih.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan yang ke 2.
BalasHapusAlat indra menangkap stimuli, lalu stimuli tersebut diubah menjadi sinyal yanga dapat dimengerti oleh otak untuk kemudian diolah. Disinilah terjadi apa yang disebut dengan proses presepsi, yaitu n atau mengerti pesan yang telah diproses oleh system indrawi kita. Ketika mencium wewangian mint, anda mengelami sensasi. Anda menyadari wewangin tersebut sama dengan minyak oles hangat yang sering ibu anda gunakan. Itulah yang dimaksud dengan Presepsi. Singkatnya presepsi adalah proses member makna pada sensasi.
Berdasarkan temuan riset linguistik, psikologi, antropologi dan ilmu komputer, dikembangkan model berpikir.
Pusat kajiannya pada proses belajar dan menggambarkan cara individu memanipulasi simbol dan memproses informasi.
Model belajar pemrosesan informasi Anita E. Woolfolk (Parkay & Stanford, 1992) dikenal juga dengan model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
Sensory atau intake register
Working memory
Long-term memory
Diasumsikan, ketika individu belajar di dalam dirinya berlangsung proses kendali atau pemantau bekerjanya sistem yang berupa prosedur strategi mengingat, untuk menyimpan informasi ke dalam long-term memory (materi memory atau ingatan) dan strategi umum pemecahan masalah (materi kreativitas).
Pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengetahuan baru dimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Faktor stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran, ilustrasi, teks, animasi, narasi, warna, musik, serta video.
saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
BalasHapusCara agar kita dapat mentransfer informasi ke memori jangka panjang tentu slah satunya dengan cara mengulang kembali pembelajaran tersebut sehingga akan menjadi pengetahuan permanen yang tersimpan dalam memori oanjang, jika tidak diulang maka tentu pengetahuan tersebut akan cepat hilang atau lupa. Kemudian cara lainnya agar mudah mengingat kita mengaitkan informasi yang sudah kita terima dengan lingkungan sekitar.dan biasanya suatu materi yang kita kaitkam dengan lingkungan sekitar itu akan lebih ingat dan tahan lama
Saya akan menjabarkan jawaban untuk pertanyaan kedua.
BalasHapusMemori jangka panjang yang merupakan suatu memori yang menyimpan informasi yang tidak digunakan namun dapat dipanggil kembali sesuai kebutuhan manusia. Banyak informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang dan ini disusun berdasarkan fungsi adaptifnya. Yaitu kemampuan spasial yaitu informasi mengenai letak dunia dan sekelilingnya. Karakteristik-karakteristik fisik dunia di sekeliling kita. Hubungan sosial seperti kawan kita, dengan siapa kita bergaul, mengenal musuh kita dan lain-lain. Nilai-nilai sosial, keterampilan motorik, dan keterampilan perseptual.
Bagaimana proses pemanggilan informasi dari LTM (memori jangka panjang) ? Menurut Atkinson informasi yang ditangkap melalui perseptual masuk dan disimpan dalam memori sensorik kemudian masuk ke dalam filter yaitu memilah informasi yang dibutuhkan dan dianggap penting. Kemudian setelah masuk pemfilteran, masuk ke dalam STM (memori jangka pendek) setelah itu masuk LTM. Pada saat pemanggilan kembali informasi dari LTM diteruskan ke STM. Sehingga memori kerja berada di STM.
Mekanisme otak dalam meneruskan sebuah informasi dari short-term memory ke long-term memory adalah dengan memahami informasi tersebut berdasarkan pemahaman sebelumnya, pengalaman sebelumnya, konteks yang pernah dialami dan dipahami sebelumnya, dan berdasarkan informasi-informasi yang telah tersimpan di long-term memory sebelumnya. Memahami informasi dan menyimpannya dalam long-term memory adalah proses mengkoneksikan informasi baru dengan informasi-informasi yang telah dipahaminya sebelumnya, menandainya, memberikan konteks terhadap informasi baru tersebut. 'Bola' informasi baru yang masuk ke ‘kamar’ short-term memory tadi seakan dicari sambungannya dengan 'bola-bola' informasi lainnya yang telah ada di ‘kamar’ long-term memory, kemudian diikat satu sama lain, ditandai, ditarik dari 'kamar' short-term memory dan disimpan ke ‘kamar’ long-term memory.
Semestinya informasi baru diberikan berdasarkan konteks dan pemahaman yang sudah dimiliki oleh peserta didik. Padahal di Indonesia biasanya ada banyak peserta didik dalam satu kelas dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbeda-beda. Dalam hal ini, pengajar disarankan untuk membatasi jumlah informasi baru yang disampaikan dalam satu waktu dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami informasi atau konsep-konsep baru yang diterimanya dengan bahasa, konteks, dan pengalaman yang mereka pahami. Sebagai contoh, suatu ketika saya harus menjelaskan tentang konsep mem-format data hard disk komputer di hadapan anak-anak petani. Ya terpaksa saya harus menganalogikan mem-format hard disk dengan aktifitas membajak sawah, membagi petak-petak sawah, dan baru menanam padi sebagai analogi datanya. Diskusi aktif yang melibatkan semua peserta didik adalah strategi paling pas untuk mengimplementasikannya. Pengajar harus secara aktif memotivasi setiap peserta didik untuk menyampaikan kembali informasi yang dipahaminya dengan pemahaman dan bahasa mereka sendiri. Pengajar memiliki tanggung jawab untuk mengevaluasi atau mengoreksi apabila pemahaman itu salah atau berbeda jauh dengan konsep yang dimaksudkan. Selain itu belajar dengan langsung melakukan (learning by doing) juga merupakan salah satu metode efektif untuk mengendapkan langsung pemahaman peserta didik ke konteks dan wujud fisik obyek yang dipelajari.
saya akan menambahkan sedikit dari jawaban nomor 1, Pemanfaatan Internet sebagai media pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. “Through independent study, students become doers, as well as thinkers” (Cobine, 1997). Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan, data statistik.
BalasHapusTransportasi dan distribusi kebutuhan hidup, akses komunikasi, informasi, dan pendidikan di Desa yang sangat terbatas, merupakan kendala utama yang dihadapi oleh masyarakat desa ini. Sinyal-sinyal telepon hanya dapat muncul ketika digunakan antena penguat atau berada di lokasi-lokasi tinggi dan lapang, sedangkan akses internet pun belum dapat dinikmati masyarakat desa. Kemajuan bidang pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat
serta akses komunikasi dan informasi yang memadai sangat dibutuhkan untuk memajukan bidang teknologi masyarakat Desa. Kondisi komunikasi di pedalaman biasanya sangat terbatas. Tidak ada jaringan telekomunikasi seluler yang memadai, sehingga desa tersebut terisolasi dari dunia luar. dalam perancangan sangat di butuhkan bantuan dari pemerintah desa setempat, akses komunikasi dan informasi merupakan salah satu aspek dasar dan pokok dalam memajukan ekonomi, pendidikan, dan pembangunan
daerah. Oleh karena itu, akses komunikasi dan informasi merupakan kebutuhan utama Desa. Solusi tepat guna untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah membangun dan
memperbaiki infrastruktur internet. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur internet akan membantu masyarakat pedalaman dalam berkomunikasi, mengakses informasi, dan pendidikan melalui internet. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah participatory rural appraisal (PRA) atau pendekatan partisipatif dalam pengembangan masyarakat. PRA ialah suatu pendekatan dan metode untuk mempelajari kondisi dan kehidupan pedesaan dari, dengan, dan oleh masyarakat desa. Sejumlah langkah dan kegiatan dalam suatu siklus PRA adalah pengenalan awal masalah/kebutuhan; perumusan masalah dan penetapan prioritas; identifikasi alternatif pemecahan dan pengembangan gagasan; pemilihan alternatif pemecahan masalah yang paling
tepat; perencanaan guna menerapkan gagasan pemecahan masalah yang terpilih; pelaksanaan/pengorganisasian; pemantauan dan pengarahan kegiatan; refleksi berupa evaluasi dan rencana tindak lanjut (Chambers, 1994).
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor satu.
BalasHapusBerdasarkan informasi yang saya peroleh, Kurikulum pendidikan pada dasarnya berlaku untuk seluruh sekolah di wilayah NKRI, namun kenyataan di lapangan beberapa daerah masih belum bisa melaksanakan kurikulum dengan baik. Hal tersebut bukan karena keengganan dari para tenaga pendidik, namun kenyataan di daerah 3T untuk melaksanakan kurikulum sangat sulit. Kesulitan utamanya yaitu karena sarana dan prasarana pendidikan belum layak, dan tenaga pendidik masih belum mencukupi sehingga sangat kesulitan dalam mengelola pembelajaran dengan baik sesuai dengan instruksi kurikulum.
Oleh sebab itu, sudah selayaknya di daerah 3T harus memiliki kurikulum tersendiri yang berbeda dengan kurikulum secara nasional. Perlakuan khusus ini diperlukan untuk menyesuaikan keadaaan pada masing-masing wilayah 3T. Dalam hal ini, jika kita sulit untuk mengajarkan baca, tulis, dan menghitung pada siswa maka setidaknya kita dapat mengajarkan kepada mereka cara hidup yang layak. Sejatinya pendidikan adalah hidup itu sendiri.
Dalam kasus daerah 3T ini, saya sangat menyarankan untuk diberlakukan kurikulum yang di dalamnya menekankan kepada pembelajaran yang kontekstual. Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk menemukan sendiri makna pelajaran, mengaitkan dengan kehidupan nyata dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada daerah 3T ini maka potensi utama daerah tersebut dapat digali untuk diajarkan kepada para siswa sehingga kelak mereka dapat mengelola potensi tersebut dengan baik dan memperoleh manfaat dari potensi di daerahnya. Misalnya, di daerah X potensi utamanya adalah pisang. Maka siswa dapat diajarkan beberapa hal penting seperti cara menanam pisang dengan baik, cara mengolah buah pisang agar bernilai jual tinggi, hingga cara memasarkannya di pasar. Dengan demikian akan terciptalah generasi muda yang tangguh dan handal di daerah 3T. Dalam hal ini, esensi pendidikan adalah alat manusia untuk mempertahankan hidup, dan untuk hidup dengan layak.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
BalasHapusCara agar materi yang lama tetap ingat tentu kita harus menyimpannya dimemori jangka panjang. Cara agar setiap materi atau informasi yang diperoleh itu masuk kedalam memori jangka panjang tentu kita harus rajin mengulang materi lama tersebut sehingga jika ada materi baru materi lama tidak dilupakan. Kemudian melatih otak kita agar setiap informasi yang didapat untuk segera diubah menjadi kode atau sandi yang mudah kita ingat.
Saya akan menjabarkan jawaban untuk pertanyaan kedua.
BalasHapusMemori jangka panjang yang merupakan suatu memori yang menyimpan informasi yang tidak digunakan namun dapat dipanggil kembali sesuai kebutuhan manusia. Banyak informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang dan ini disusun berdasarkan fungsi adaptifnya. Yaitu kemampuan spasial yaitu informasi mengenai letak dunia dan sekelilingnya. Karakteristik-karakteristik fisik dunia di sekeliling kita. Hubungan sosial seperti kawan kita, dengan siapa kita bergaul, mengenal musuh kita dan lain-lain. Nilai-nilai sosial, keterampilan motorik, dan keterampilan perseptual.
Bagaimana proses pemanggilan informasi dari LTM (memori jangka panjang) ? Menurut Atkinson informasi yang ditangkap melalui perseptual masuk dan disimpan dalam memori sensorik kemudian masuk ke dalam filter yaitu memilah informasi yang dibutuhkan dan dianggap penting. Kemudian setelah masuk pemfilteran, masuk ke dalam STM (memori jangka pendek) setelah itu masuk LTM. Pada saat pemanggilan kembali informasi dari LTM diteruskan ke STM. Sehingga memori kerja berada di STM.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang ke 2. Cara kita memperoleh informasi agar bertahan hingga waktu jangka panjang, yang pertama kita harus menulis ulang atau mengulang kembali pelajaran yang sudah kita pelajari disekolah pada malamnya, kemudian buat kata2 yqng menarik agar kita mudah mengingatnya, ajak lah kawan untuk melakukan tanya jawab agar tahu kemampuan kita
BalasHapusTeori pemrosesan informasi didasarkan atas tiga asumsi umum,pertama pikiran dipandang sebagai suatu system penyimpanan dan pengembalian informasi.Kedua individu-individu memproses informasi dari lingkungannya,dan yang ketiga terdapat keterbatasan pada kapasitas memproses informasi dari seorang individu.
BalasHapusBerdasarkan asumsi itu dapat dipahami bahwa teori pemrosesan informasi lebih menekankan kepada bagaimana individu memproses informasi tentang dunia mereka ,bagaimana informasi itu masuk kedalam fikiran dan bagaimana informasi disimpan dan disebarkan dan bagaimana asumsi diambil kembali untuk melaksanakan aktifitas-aktifitas yang komplek seperti memecahkan masalah dan berfikir.jadi inti dari pendekatan pemrosesan informasi adalah proses memori dan proses berfikir.menurut pendekatan ini anak didik secara bertahap mengembangkan kapasitan memperoleh informasi dan secara bertahap pula mereka mereka mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang komplek.
Menurut Atkinson informasi yang ditangkap melalui perseptual masuk dan disimpan dalam memori sensorik kemudian masuk ke dalam filter yaitu memilah informasi yang dibutuhkan dan dianggap penting. Kemudian setelah masuk pemfilteran, masuk ke dalam STM (memori jangka pendek) setelah itu masuk LTM. Pada saat pemanggilan kembali informasi dari LTM diteruskan ke STM. Sehin
BalasHapusMalam. Saya akan menjawab permasalahan anda no 2.
BalasHapusTeori belajar pemrosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan. Sembilan tahapan dalam peristiwa pembelajaran sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi mendukung proses-proses internal dalam kegiatan belajar adalah :
· Menarik perhatian
· Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa
· Merangsang ingatan pada pra syarat belajar
· Menyajikan bahan peransang
· Memberikan bimbingan belajar
· Mendorong unjuk kerja
· Memberikan balikan informative
· Menilai unjuk kerja
· Meningkatkan retensi dan alih belajar
Dengan cara belajar secara rutin. Sedikit tapi rutin.
BalasHapusTerima kasih buat materinya, sangat bermanfaat
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan kedua, supaya informasi masuk kedalam long time memory, guru harus mengulang pelajaran sebelumnya dan menanyakan pada pertemuan beikutnya dan juga memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2
BalasHapusCara yg dapat dilakukan guru sebagai pendidik agar informasi yg masuk kedalam long time memory adalah dengan ilustrasi yg menarik berupa gambar, warna warni, dan praktek dilapangan